Showing posts with label sayuran. Show all posts
Showing posts with label sayuran. Show all posts

15 July 2008

Fakta Baru Sayuran Organik

2:55 AM by Wong Ndeso Go Blog · 0 komentar anda

Saat ini kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat mulai meningkat. Pola makan tinggi lemak, tinggi kalori dan rendah serat mulai ditinggalkan. Supermarket yang menjual bahan pangan organik mulai laris diserbu pembeli. Gejala positif yang perlu digalakan lebih luas, karena hanya sebagian kecil saja masyarakat kita yang sadar akan pola makan sehat. Diperlukan pengetahuan dan kesadaran diri yang baik untuk merubah gaya hidup.

Sayuran Buruk Rupa

Kepada penulis, Prof.Dr.Ir.Ali Khomsan,MS, ahli gizi IPB, mendefinisikan bahan pangan organik adalah semua bahan pangan yang berasal dari organisme hidup. Organik sendiri mengacu kesesuatu yang mengandung karbon, seharusnya semua bahan pangan yang mengandung unsur karbon disebut organik. Termasuk bahan pakan yang ditanam dengan pupuk kimia dan mengandung pestisida. Tetapi masyarakat taunya kalau istilah organik berarti bahan pangan yang dibudidayakan secara organik, tanpa petisida atau pupuk buatan.

Pemerintah Amerika Serikat sebagai pelopornya bahan pangan organik menetapkan standar, bahwa yang disebut organik adalah bahan pangan yang 100% organik atau setidaknya 95% diproduksi tanpa pupuk kimia, insektisida, herbisida, antibiotik, hormon pertumbuhan, radiasi untuk sterilisasi dan hewan yang dimodifikasi genetik.

Bahan pangan organik dibudidayakan menggunakan teknologi alami. Kesuburan tanah dipertahankan dengan pupuk alam, seperti kompos dan pupuk kandang. Dengan pemupukan alami dan tanpa insektisida, populasi cacing tanah meningkat, tanah jadi kaya akan nitrogen sehingga subur secara alami. Untuk menanggulangi hama, bisa selang-seling setiap jenis tanamannya sehingga serangan hama tanaman tertentu bisa di putus mata rantainya. Penyemprotan juga dilakukan menggunakan anti hama dari alam.

Budidaya secara alami akan menghasilkan bahan pangan tergolong tidak menarik dari sisi permormance. Seperti yang diutarakan Ali Khomsan, “Bahan pangan organik, terutama sayuran memang mempunyai performance yang tidak menarik. Banyak yang berlubang dimakan ulat dan serangga. Namun dari kualitas cita rasa, pangan organik memang lebih baik.” Sekarang konsumen berhak memilih. Membeli bahan pangan konvensional dengan harga murah namun mengandung residu bahan kimia atau sayuran berpenampilan buruk, mahal tetapi aman bagi kesehatan.

Unggul Dalam Nutrisi

Bahan pangan organik tertentu seperti sayuran dan buah, kandungan mineral lebih baik dibandingkan bahan pangan konvesional. Seperti penuturan Ali Khomsan, beberapa penelitian menunjukan sayuran seperti kubis, selada dan tomat kandungan mineral kalsium, pospor dan magnesium jauh lebih tinggi dibandungkan dengan sayuran anorganik. Seperti tomat organik, kandungan kalsiumnya 23 mg sedangkan yang bukan hanya 5 mg. Dari sisi cita rasa, bahan pangan organik juga lebih lezat. Sayuran dan buah organik lebih renyah, lebih manis dan tahan lama. Sedangkan yang bukan, kandungan airnya tinggi, sehingga rasanya kurang manis dan lebih cepat busuk. Sebuah laboratorium independent di Amerika mempunyai fakta berbeda. Penelitian terhadap tepung terigu hasil pertanian organik mengandung 24 % lebih tinggi dibandingkan terigu yang ditanam secara konvensional.

Selain unggul dari sisi nutrisi juga cita rasa, bahan pangan organik juga bebas residu pestisida dan bahan kimia berbahaya. Secara tidak kita sadari, zat ini akan tertimbun terus menerus di dalam tubuh kita. Jangka panjangnya, akan meningkatkan risiko kanker dalam tubuh karena zat tersebut bersifat karsingen penyebab kanker. Lebih baik mencegah dengan beralih ke bahan pangan organik dari pada kita harus membayar lebih mahal untuk biaya kesehatan akibat sakit yang ditimbulkan. Karenanya, gaya hidub back to nature merupakan solusi tepat bagi Anda yang mau hidup sehat.

Sumber :
www.sendokgarpu.com
(oleh Ahli Gizi & Kuliner, Budi Sutomo, S.Pd)
Njajal Themes

14 July 2008

Sayuran Organik vs. Sayuran Konvensional

2:00 AM by Wong Ndeso Go Blog · 2 komentar anda

Betulkah bahan pangan organik lebih bergizi? Beberapa penelitian memang membuktikan bahwa makanan yang dihasilkan dari pengolahan secara alami memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dari produk makanan yang dihasilkan melalui pertanian yang menggunakan bahan kimia. Maraknya produksi makanan organik akhir-akhir ini memang terdorong oleh konsumen yang sadar akan hal tersebut. Apa saja nilai plusnya?


Plus 1: Lebih aman

Secara kasat mata sulit membedakan makanan organik dan nonorganik. Cara yang paling mudah dan pasti adalah dengan memperhatikan ada tidaknya label ’organik’ pada produk yang ingin Anda beli. Makanan organik diolah dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan produk makanan konvesional. Tidak hanya bebas dari unsur-unsur kimia (pestisida, pupuk, hormon, obat-obatan), tetapi juga harus memenuhi persyaratan internasional yang sudah ditentukan. Di Barat, semakin banyak produk sayur dan buah-buahan segar berlabel organik. Juga dalam bentuk makanan olahan seperti sereal, makanan bayi, ataupun pasta organik. Bahkan hal ini sudah menjadi filosofi.

Meski banyak penelitian yang menunjukan bahwa residu pestisida pada sayur dan buah tersebut masih dalam batas aman, belum ada penelitian yang secara pasti menunjukan dampak komulatifnya. Beberapa masalah kesehatan yang merebak 50 tahun belakangan ini, diduga memiliki hubungan erat dengan diperkenalkannya penggunaan pestisida.

Dari kasus kanker payudara yang meningkat 40%, kanker prostat, rata-rata jumlah sperma pria yang menurun sampai 50%, sampai satu dari 150 bayi laki-laki yang baru lahir mengalami hypospadiasm (kejanggalan bentuk alat kelamin pria). Meski demikian sayur dan buah organik tidak terjamin bebas dari sumber penyakit (virus atau bakteri). Sayuran organik mempunyai resiko yang lebih tinggi menularkan penyakit bawaan, karena biasanya dicuci dengan air nonklorida. Air biasa dianggap tak mampu membunuh bakteri dan virus yang menempel pada sayuran dan buah.

Plus 2 : Kaya nutrisi

Beberapa penelitian menunjukan bahwa makanan organik memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibanding produk konvensional. Penelitian yang diawasi oleh Chris Aleson, presiden The Organics Retailers and Growers Association of Australia menunjukan tingkat kalsium, pottasium, magnesium, sodium, zat besi dan seng pada sayuran organik 10% lebih tinggi.

Salah satu penyebab tingginya kandungan nutrisi pada produk organik adalah karena proses iradiasi yang dialami produk non organik. Sinar radiasi yang digunakan untuk mengawetkan produk konvensional selain membasmi kuman dan bakteri juga menghancurkan beberapa komponen molekul kimia dan mengubahnya menjadi radikal bebas.

Penelitian lain menunjukan kandungan vitamin A, B kompleks, C, E dan K pada sayuran yang diradiasi berkurang sampai 80%. Produk organik tidak memperkenankan teknik pengawetan dengan bahan-bahan kimia. Lagipula, hal ini memang tidak terlalu dibutuhkan. Beberapa petani organik bahkan mengaku bahwa sayuran organik lebih awet. Kandungan nutrisi yang tinggi juga merupakan akibat dari kondisi tanah pertanian organik yang lebih subur dan terpelihara. Pestisida yang digunakan di pertanian konvensional memusnahkan mikroba penghasil enzim-enzim vitamin yang dibutuhkan tanaman.

Cara Tepat Mengolah Sayur

Bagaimana bila bahan organik sulit didapatkan di tempat Anda? Mungkin Anda bisa sedikit terhibur dengan hasil riset terhadap selada, kol, bayam, wortel, buncis, dan caisin asal Cianjur, yang memperlihatkan penurunan kadar pestisida yang cukup signifikan setelah pengolahan. Pada bayam mentah misalnya, kadar propinebnya mencapai 0.0061 mg/kg. Setelah ditumis, kadarnya turun sampai 0.0027 mg/kg.

Pemanasan juga akan mengakibatkan dinding sel sayuran yang terdiri dari selulosa dan hemiselulosa rusak. Sehingga pestisida menjadi lebih mudah terlepas dan larut dalam air, sampai akhirnya diuapkan. Sebaliknya, penggunaan bumbu ternyata dapat meningkatkan kadar pestisida pada sayuran yang diolah.

Hal ini terlihat pada olahan sayuran kacang panjang, terong, wortel, buncis, dan caisin. Agaknya, bumbu yang digunakan juga mengandung residu pestisida. Umumnya tubuh kita dapat mentoleransi residu pestisida pada kadar tertentu. Untuk menghindari konsumsi residu pestisida berlebihan Sebaiknya Anda memperhatikan nilai ADI atau Acceptable Daily Intake. ADI untuk tiap jenis pestisida berbeda-beda. Untuk propineb misalnya, 0.007 mg/mg BB/hari.

Mentah vs Matang

Bayam

Baik dalam keadaan matang dan mentah. Bayam mentah mengandung lebih banyak folat. Yang dimasak lebih kaya beta koroten. Baik mentah maupun matang, bayam mengandung asam axalic, yang menahan penyerapan kalsium dan zat besi.

Bawang putih

Bagus dimasak, lebih baik makan mentah. Bawang putih mentah bekerja sebagai antibiotik tapi sulit dicerna lambung. Beberapa senyawa sulfur lebih potensial bila bawang putih disantap mehtah-mentah

Brokoli & kol

Baik dimakan mentah atau dimasak. Kedua sayuran ini mengandung senyawa sulfur yang dapat menyerang kanker; akan lebih potensial bila dimakan mentah. Bila dimasak, potensinya menghasilkan gas akan hilang dan dapat meningkatkan penyerapan zat besi.

Jamur

Dimasak. Jamur mentah mengandung racun hydrazines, yang akan hancur bila terpapar suhu panas. Jamur shiitake dan maitake yang sudah dimasak adalah sumber polysaccharides yang dapat melawan kanker.

Kentang & terong

Masak secara sempurna. Belum jelas apakah panas mempunyai efek terhadap solanine, zat racun yang banyak terdapat pada sayuran ini. Tapi proses pemasakan membuat tepungnya lebih mudah dicerna.

Seledri

Masak, atau makan seledri mentah dalam jumlah sedikit. Seledri mentah mengandung psorairens, yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh, bila disantap dalam jumlah banyak.

Tomat

Baik dalam keadaan mentah maupun masak. Tomat mentah mengandung lebih banyak vitamin c, tetapi lycopene, antioksidan yang dapat melawan kanker, ikut larut saat dimasak.

Wortel

Bagus mentah, lebih baik dimasak. Wortel mentah mengandung banyak beta karoten, dengan memasaknya zat ini akan lebih mudah diserap tubuh.

Bawang Merah/Bawang Bombay

Baik dalam keadaan mentah maupun masak. Senyawa sulfur yang membantu pembuluh darah tetap bersih lebih kuat pada bawang mentah. Memasakjuga akan membebaskan quercetin, membuat tubuh lebih mudah untuk menggunakan flvonoid penangkal radikal bebas.

Sumber:
www.jadilangsing.com

Njajal Themes

11 July 2008

Sophie Navita Anak Sampai Pembantu Makan Sayur Organik

2:00 AM by Wong Ndeso Go Blog · 1 komentar anda

Seperti halnya Lucy, Sophie juga tahu soal khasiat makanan organik dari kegemarannya membaca. "Tapi waktu mau cari makanan organik, susah banget. Lalu, waktu hamil, aku berniat mengonsumsi makanan sehat. Nah, mulai, deh, aku hunting makanan organik yang kandungan kimianya betul-betul nol. Waktu itu, hanya bisa didapat di sebuah supermarket yang segmennya orang bule di Jakarta," ujar artis cantik ini.

Meski harganya tiga kali lipat dari bahan makanan yang biasa, "Demi anak yang ada dalam kandungan, saya tetap membeli." Ketika Rangga Namora Putra Bharata (11 bulan) mulai diperkenalkan pada makanan padat, Sophie memberinya sayuran organik.

Waktu itu, cerita Sophie, "Saya sempat frustrasi juga karena kesulitan mencari ragam sayuran organik. Masak Rangga hanya dikasih bayam, wortel, dan tomat setiap hari? Aku sampai mencari ke setiap supermarket besar di Jakarta."

Beruntung ia akhinya mendapat info bahwa Melly Manahutu berbisnis sayuran organik. "Ternyata harga di toko dia, lebih murah. Ragam sayurannya pun lebih banyak." Alhasil, makanan padat organik untuk Rangga pun mulai beragam, seperti ayam, bihun, beras merah, kentang, pasta, kacang kapri, hingga kacang hijau. Buah-buahan juga tersedia. "Mau alpukat, stroberi, dan mangga, juga ada."

Belakangan, Sophie yang sempat berhenti makan sayuran organik usai melahirkan, memutuskan kembali ke bahan-bahan organik. "Aku pikir, kenapa enggak sekalian buat sekeluarga? Efisien juga, kan, enggak harus belanja dan masak dua kali," kata istri Pongki Jikustik ini. Sejak itu, ia membeli makanan organik dalam partai besar. "Tak hanya sayur dan buah, beras, ayam, gula, kacang-kacangan, dan pasta, juga yang organik." Sampai ke pembantu dan pengasuh anaknya, "Semua sama, makan makanan organik."

Ketika Rangga memasuki usia 10 bulan, Sophie mulai menggunakan garam organik. Pasalnya, garam organik tidak melalui proses bleaching dan lebih alami. "Memang, sih, harganya lebih mahal karena masih impor. Sebungkusnya Rp 18 ribu," kata Sophie yang sekali belanja sayuran bisa menghabiskan sekitar Rp 70 ribu. "Tapi itu untuk 2-3 hari."

Kini, Sophie mengaku mulai merasakan khasiat makanan organik yang dikonsumsinya. Badannya terasa lebih segar, sehat, dan ringan. "Untuk Rangga, hasilnya belum kelihatan banget. Cuma matanya lebih cemerlang. Mungkin karena vitamin yang terkandung dalam sayuran," papar Sophie yang merasa bangga lantaran sang anak sudah doyan makan sayuran dalam bentuk apa pun.

"Artinya, kan, meringankan tugas saya di masa depan, yaitu membiasakan anak untuk melihat sayur sebagai a way of life. Sebagai perempuan, kita punya tugas jadi istri dan ibu. Artinya, kita juga punya tanggung jawab menyehatkan keluarga. Apa yang kita taruh di meja makan, itu yang dimakan anak dan suami. Masak, sih, kita mau taruh sampah atau makanan yang enggak sehat?" katanya panjang lebar.

Njajal Themes

22 June 2008

Manfaat Dalam Melilea Greenfield Organic

7:00 PM by Wong Ndeso Go Blog · 0 komentar anda

Manfaat sayuran dan buah-buahan yang terkandung dalam sebotol Melilea Greenfield Organic ;

Butiran Emas ; Kaya akan serat yang merangsang peristalsis dan membantu dalam fungsi-fungsi pencernaan dan pembuangan. Biji-bijian ini memiliki daya serap kuat, bersifat mengenyangkan sehingga membantu dalam proses penurunan berat badan dan membakar lemak dalam tubuh, mengandung anti kanker dan anti oksida.

Beta Karoten ; mengandung vitamin A, mencegah kanker dan kerusakan akibat pengoksidasian sel-sel, memperpaiki penglihatan, melegakan sembelit, membantu menyembuhkan diare dan memperkuat metabolisme tubuh dan sistem kekebalan tubuh.

Seledri ; mengurangi rasa sakit, meningkatkan nafsu makan, meningkatkan fungsi pencernaan dan metabolisme tubuh, mencegah penyakit jantung, mengembangkan otot licin pembuluh darah untuk mengurangi tekanan darah dan penyakit Alzheimer (Parkinson).

Selada Air ; berkhasiat dan merendahkan resiko pengidap kanker paru-paru, mengikat asap tembakau yang memasuki paru-paru, sekaligus menghalangi peningkatan nikotin didalam tubuh.

Lesitin ; merangsang kelenjar-kelenjar dari sel tubuh, mengatur keseimbangan hormon, mempunyai efek pengemulsian lemak, membantu penyerapan vitamin A, D, E & K. berkhasiat menjegah penuaan kulit, melindungi kulit dari kekasaran dan menghilangkan n
oda-nodanya, mencegah pengerasan pembuluh darah dan melindungi sel-sel otak sehingga meningkatkan daya ingat.

Bayam ; kaya akan nutrisi yang dapat mengatasi kekurangan darah, besi, kalsium, kalium, magnesium, asam folik, riboflavin (vitamain B2), melancarkan aliran darah, mengaktifkan pembuluh darah, menambah vitamin A, C dan selenium yang berkhasiat mencegah sel-sel dari kanker.

Parsley ; kaya akan mineral, termasuk kalsium, fosforus besi, vitamin A, B1, B2 dan selulos, membantu sistem arteriosclerosis (penyempitan pembuluh nadi) pencernaan dan metabolisme dalam tubuh.

Kubis ; sayuran ini kaya akan karotin, kerotina, vitamin P, B, C dan nutrisi anti kanker seperti indoles dan selenium, juga dapat menghilangkan racun, membunuh bakteri, menghentikan pendarahan dan melegakan sembelit.

Celeriac ; bermanfaat dalam detoksifikasi dan menguatkan otak, mencegah dan mengatasi arteriosclerosis (penyempitan pembuluh nadi), apoplexy cerebrum (penyakit ayan), mengatasi alveolus ichorrhea (paru-paru), serta membantu penyakit mata, mengandung bahan oxyacetylene’s yang berkhasit mencegah pertumbuhan tumor

Kacang Kedelai ; kaya akan protein yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan dan vitalitas, membantu menyeimbangkan ph tubuh, mengatur kelembaban, menghasilka
n anti bodi, mengencerkan pembekuan darah, dan memperlancar ASI.

Jahe ; dapat meringankan gejala-gejala influenza, melegakan peradangan kulit dan masalah pencernaan.

Strawberi : Seorang ahli Herbal dari Swedia telah membuktikan bahwa strawberi dapat menyembuhkan penyakit persendian/encok, sedangkan Ilmuan Amerika telah menemukan bahwa strawberi merupakan salah satu nutrisi terbaik dalam mengurangi resiko penyakit kanker.

Dulse ; mencegah tekanan darah tinggi, kencing manis, penyakit syaraf dan kanker usus besar dan juga memelihara kesehatan gigi, kecantikan rambut dan kulit.

Pepaya ; membantu melancarkan pencernaan, menyerap protein asli, dan meningkatkan fungsi fisiologi, mengandung enzim untuk mengurangi asam amino.

Gandum ; membantu menurunkan kadar kolesterol, mencegah penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi, mengandung vitamin B dan mineral, membantu menyembuhkan wasir, sembelit dan memperlambat proses penuaan, melembutkan dan melicinkan kulit.

Spirulina ; sejenis tumbuhan mikroskopik yang kaya dengan kombinasi nutrisi lengkap yang
diperlukan oleh tubuh manusia. Spirulina banyak mengandung protein, vitamin, klorofil, beta karoten dan mineral lain yang diperlukan untuk asupan harian. Pemakaian jangka panjang dapat meningkatkan potensi energi dan ketahanan tubuh, memperbaiki keseimbangan hormonal, menetralkan kadar pH tubuh dan mencegah berbagai penyakit.

Rempah-Rempah ; banyak mengandung serat dan mineral-mineral minor, membantu membersihkan usus besar dan proses detoksifikasi.

Jeruk ; menguatkan organ hati, kaya vitamin P yang dapat mencegah penyakit kanker, asma dan bronchitis, mencegah tumbuhnya infeksi serta meningkatkan antibody tubuh.

Melilea Greenfield Organic Cocok Untuk :

  1. Mereka yang sadar bahwa produk makanan yang menggunakan pestisida dan pupuk kimia membahayakan kesehatan.
  2. Mereka yang punya penyakit sembelit dan wasir
  3. Mereka yang terlalu gemuk dan ingin melangsingkan badan.
  4. Mereka yang lemah lesu dan ingin menambah berat badan.
  5. Wanita yang mengalami nyeri dan haidnya tidak teratur.
  6. Wanita yang telah putus haid / menopause
  7. Mereka yang memiliki tekanan darah tinggi dan tekanan darah rendah.
  8. Mereka yang memiliki kolesterol tinggi.
  9. Mereka yang mengidap penyakit ginjal.
  10. Penderita hepatitis dan gagal fungsi hati.
  11. Mereka yang usus besarnya tidak berfungsi normal.
  12. Mereka yang mengalami pengerasan pembuluh darah.
  13. Mereka Pengidap penyakit kencing manis, nyeri tulang/sendi, tumor, kanker, varises, epilepsy, impoten, penyakit kulit (flex, jerawat, kurap, kudis)
  14. Mereka yang ingin tetap cantik jelita.
  15. Mereka yang sadar akan detoksifikasi (buang toksin) dan menjaga kesehatan yang baik.
  16. Mereka yang ingin memperbaiki kondisi tubuh, tetapi enggan minum obat dan menjalani operasi.
  17. Mereka yang sadar bahwa makanan organic penting untuk kesehatan
Njajal Themes