Showing posts with label organik. Show all posts
Showing posts with label organik. Show all posts

16 July 2008

HAMIL SEHAT BERKAT PANGAN ORGANIK

2:00 AM by Wong Ndeso Go Blog · 0 komentar anda

Efek detoksnya membuat ibu lebih bugar. Bagi janin pun manfaatnya tak kalah besar. You Are What You Eat. Apa yang kita makan saat ini menentukan kesehatan kita. Jika ibu sedang hamil, maka janin pun mendapat manfaat dari asupan yang sehat. Karenanya, dokter amat menganjurkan ibu hamil untuk meningkatkan kualitas pangannya. Pertama, tentu saja dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang nutrisinya mencukupi kebutuhan. Kedua, menyeleksi dan menjauhi asupan yang tidak perlu dan bersifat racun bagi janin. Contohnya pengawet, pewarna, penyedap rasa, juga zat-zat yang ditambahkan di perkebunan yaitu senyawa kimia pestisida, dan di peternakan yaitu senyawa antibiotik ataupun hormon dalam pakan ternak.

Bagaimana caranya menghindari itu semua? Memang tidak mudah, karena kita sudah sangat tergantung pada bahan pangan yang disediakan pasar. Namun, kini muncul gerakan untuk kembali mengonsumsi bahan pangan yang diolah secara alami dan bebas bahan kimia yang hasilnya disebut pangan organik. Meski asupan ibu hamil tidak 100% organik, paling tidak sudah ada upaya untuk menekan asupan zat yang tidak perlu.


Selain bebas dari bahan kimia beracun, pangan organik pun memiliki berbagai kelebihan lainnya dibanding yang nonorganik:

* Buah dan sayuran memiliki kadar vitamin C lebih tinggi. Begitu pula kandungan makro mineral seperti kalsium dan fosfor, serta mikro mineral seperti magnesium, zat besi dan krom.

* Kandungan antioksidannya 50% lebih tinggi dibanding sayuran nonorganik.

* Asam salisilat sayuran organik lebih rendah. Perlu diketahui, asupan asam salisilat berlebihan dapat mengeraskan dinding pembuluh darah dan menyebabkan kanker saluran pencernaan.

* Susu organik memiliki jumlah vitamin E (alfa tokoferol) 50% lebih tinggi. Kandungan vitamin A-nya 75% lebih tinggi, sementara antioksidan (lutein dan zeaxanthine) 2-3 kali lebih tinggi.

* Kandungan asam lemak omega 3-nya lebih baik. Unsur ini penting bagi pertumbuhan dan perkembangan otak janin dan anak-anak.

Jadi, selain lebih sehat karena bebas senyawa pestisida, pangan organik juga memiliki kandungan zat gizi yang relatif tinggi.

MANFAAT PLUS

Kalau kita mampu menekan drastis jumlah zat racun yang masuk ke dalam tubuh, tentu sel-sel tubuh ibu dan janin akan lebih sehat. Bahkan jika pangan organik sudah dikonsumsi sejak perencanaan kehamilan, kondisi tubuh ayah dan ibu menjadi lebih prima. Bukankah tubuh yang sehat kemungkinan besar menghasilkan "bibit" yang lebih berkualitas?

Bagi janin sendiri, inilah manfaat plus pangan organik:

* Memicu pertumbuhan otak janin

Mengingat organ-organ tubuh terpenting pada janin mulai dibentuk di trimester pertama kehamilan, mau tidak mau ibu hamil harus memerhatikan betul makananannya. Semua zat gizi yang diperlukan harus tercukupi hingga proses tumbuh kembang janin optimal. Kekurangan zat gizi di rentang usia ini akan berdampak negatif pada perkembangan otak janin. Sementara di trimester kedua, pertumbuhan janin berlangsung sangat cepat. Ibu hamil perlu mengonsumsi menu yang sehat dan berkualitas agar pertumbuhan janinnya optimal. Demikian pula di trimester ketiga, ibu hamil tetap mesti memerhatikan asupan makanan yang baik dan berkualitas demi buah hatinya yang tak lama lagi akan lahir.

Sayur dan buah-buahan organik banyak mengandung asam folat. Zat ini merupakan salah satu vitamin B kompleks yang berperan dalam pembentukan kerangka otak janin. Defisiensi atau kekurangan asam folat akan menyebabkan tubeneuralis dimana ubun-ubun jadi lembek, tengkorak otak tak tertutup rapat atau lainnya. Selain itu, ibu hamil juga membutuhkan lemak sebagai sumber kalori. Adapun asam lemak yang diperlukan dalam perkembangan janin antara lain:

- MUFA (Monounsaturated Fatty Acid/asam lemak tak jenuh tunggal) yang lebih dikenal dengan nama asam lemak Omega 9.
- PUFA (Polyunsaturated Fatty Acid/asam lemak tak jenuh ganda). Ada dua jenis yaitu Omega-3 dan Omega-6. Keduanya dibutuhkan dalam perkembangan otak dan kecerdasan karena membantu fungsi neurotransmitter saraf-saraf di otak. Suplai kedua asam lemak itu sangat diperlukan ibu hamil guna menunjang pertumbuhan dan perkembangan otak janin. Itulah mengapa ibu hamil mesti mengutamakan makanan berkualitas.

* Memengaruhi berat badan janin

Bahan makanan untuk ibu hamil harus terdiri atas sumber energi yaitu karbohidrat, protein dan lemak, selain zat pengatur berupa vitamin dan mineral. Yang jelas ibu hamil jangan sampai kekurangan energi, karenanya karbohidrat sangatlah penting. Yang juga tidak boleh diabaikan adalah kandungan protein sebagai zat pembangun. Zat ini amat berperan menambah berat badan janin. Kalau ibu hamil mengonsumsi makanan bermutu, pasti tak ada masalah dengan berat badannya sewaktu dilahirkan.

* Minimalkan risiko lahir prematur

Salah satu hal yang diduga menjadi penyebab bayi-bayi lahir prematur adalah lemah/buruknya kondisi rahim. Bisa jadi karena ada kelainan genetik, hambatan medis lainnya atau rendahnya kualitas asupan zat gizi yang dikonsumsi ibu hamil. Bayi akan lahir prematur bila konsumsi makanan yang melalui plasenta tak mencukupi kebutuhan gizi sang ibu. Kalau si ibu hamil diharuskan mengonsumsi 2.000 kalori per hari, tentu akan bermasalah bila hanya mengonsumsi sekitar 1.500-1.750 kalori per hari. Nah, makanan organik yang kaya kandungan zat-zat gizinya diharapkan bisa meminimalkan risiko lahir prematur.

Bagi ibu sendiri, pangan organik pun mampu berfungsi sebagai "pembersih" tubuh. Ia bekerja membersihkan darah, membuang racun yang menumpuk dalam sel sekaligus membantu regenerasi sel-sel baru. Tak berlebihan bila makanan organik berperan dalam membantu proses pertumbuhan dan pemulihan tubuh saat mengalami gangguan. Disamping itu dengan terbiasa mengonsumsi makanan yang aman, seimbang kualitas dan jumlahnya, ibu bisa terhindar dari anemia, hipertensi, dan sebagainya.

TIPS

* Pilih produk organik seperti sayuran dan buah-buahan yang memang telah memiliki label yang jelas. Antara lain yang mencantumkan sertifikat organik pada kemasannya.

* Pilih yang tampilan fisiknya baik, bersih, sekaligus memiliki rasa, bau, tekstur dan warna yang tak menyimpang.

* Cucilah pangan organik dengan air yang mengalir beberapa kali lalu bilaslah sampai benar-benar bersih.

* Rebus air sampai mendidih terlebih dulu, baru masukkan sayuran selama beberapa saat. Terlalu lama mendiamkan pangan organik dalam rebusan air mendidih sangat mungkin akan merusak kandungan berbagai vitamin dan mineralnya.

* Sepetak tanah di depan atau belakang rumah barangkali bisa dimanfaatkan untuk menanam buah. Jika merawatnya menggunakan pupuk organik (kompos) tanpa sentuhan insektisida dan pestisida, maka jadilah ia makanan organik.

Hilman Hilmansyah. Foto: Agus/nakita

Narasumber:
Marzuki Iskandar, STP, MTP,
ahli gizi dan pangan, dosen jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Jakarta II, Departemen Kesehatan RI

Sumber:
www.tabloid-nakita.com
Njajal Themes

15 July 2008

Fakta Baru Sayuran Organik

2:55 AM by Wong Ndeso Go Blog · 0 komentar anda

Saat ini kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat mulai meningkat. Pola makan tinggi lemak, tinggi kalori dan rendah serat mulai ditinggalkan. Supermarket yang menjual bahan pangan organik mulai laris diserbu pembeli. Gejala positif yang perlu digalakan lebih luas, karena hanya sebagian kecil saja masyarakat kita yang sadar akan pola makan sehat. Diperlukan pengetahuan dan kesadaran diri yang baik untuk merubah gaya hidup.

Sayuran Buruk Rupa

Kepada penulis, Prof.Dr.Ir.Ali Khomsan,MS, ahli gizi IPB, mendefinisikan bahan pangan organik adalah semua bahan pangan yang berasal dari organisme hidup. Organik sendiri mengacu kesesuatu yang mengandung karbon, seharusnya semua bahan pangan yang mengandung unsur karbon disebut organik. Termasuk bahan pakan yang ditanam dengan pupuk kimia dan mengandung pestisida. Tetapi masyarakat taunya kalau istilah organik berarti bahan pangan yang dibudidayakan secara organik, tanpa petisida atau pupuk buatan.

Pemerintah Amerika Serikat sebagai pelopornya bahan pangan organik menetapkan standar, bahwa yang disebut organik adalah bahan pangan yang 100% organik atau setidaknya 95% diproduksi tanpa pupuk kimia, insektisida, herbisida, antibiotik, hormon pertumbuhan, radiasi untuk sterilisasi dan hewan yang dimodifikasi genetik.

Bahan pangan organik dibudidayakan menggunakan teknologi alami. Kesuburan tanah dipertahankan dengan pupuk alam, seperti kompos dan pupuk kandang. Dengan pemupukan alami dan tanpa insektisida, populasi cacing tanah meningkat, tanah jadi kaya akan nitrogen sehingga subur secara alami. Untuk menanggulangi hama, bisa selang-seling setiap jenis tanamannya sehingga serangan hama tanaman tertentu bisa di putus mata rantainya. Penyemprotan juga dilakukan menggunakan anti hama dari alam.

Budidaya secara alami akan menghasilkan bahan pangan tergolong tidak menarik dari sisi permormance. Seperti yang diutarakan Ali Khomsan, “Bahan pangan organik, terutama sayuran memang mempunyai performance yang tidak menarik. Banyak yang berlubang dimakan ulat dan serangga. Namun dari kualitas cita rasa, pangan organik memang lebih baik.” Sekarang konsumen berhak memilih. Membeli bahan pangan konvensional dengan harga murah namun mengandung residu bahan kimia atau sayuran berpenampilan buruk, mahal tetapi aman bagi kesehatan.

Unggul Dalam Nutrisi

Bahan pangan organik tertentu seperti sayuran dan buah, kandungan mineral lebih baik dibandingkan bahan pangan konvesional. Seperti penuturan Ali Khomsan, beberapa penelitian menunjukan sayuran seperti kubis, selada dan tomat kandungan mineral kalsium, pospor dan magnesium jauh lebih tinggi dibandungkan dengan sayuran anorganik. Seperti tomat organik, kandungan kalsiumnya 23 mg sedangkan yang bukan hanya 5 mg. Dari sisi cita rasa, bahan pangan organik juga lebih lezat. Sayuran dan buah organik lebih renyah, lebih manis dan tahan lama. Sedangkan yang bukan, kandungan airnya tinggi, sehingga rasanya kurang manis dan lebih cepat busuk. Sebuah laboratorium independent di Amerika mempunyai fakta berbeda. Penelitian terhadap tepung terigu hasil pertanian organik mengandung 24 % lebih tinggi dibandingkan terigu yang ditanam secara konvensional.

Selain unggul dari sisi nutrisi juga cita rasa, bahan pangan organik juga bebas residu pestisida dan bahan kimia berbahaya. Secara tidak kita sadari, zat ini akan tertimbun terus menerus di dalam tubuh kita. Jangka panjangnya, akan meningkatkan risiko kanker dalam tubuh karena zat tersebut bersifat karsingen penyebab kanker. Lebih baik mencegah dengan beralih ke bahan pangan organik dari pada kita harus membayar lebih mahal untuk biaya kesehatan akibat sakit yang ditimbulkan. Karenanya, gaya hidub back to nature merupakan solusi tepat bagi Anda yang mau hidup sehat.

Sumber :
www.sendokgarpu.com
(oleh Ahli Gizi & Kuliner, Budi Sutomo, S.Pd)
Njajal Themes

14 July 2008

Sayuran Organik vs. Sayuran Konvensional

2:00 AM by Wong Ndeso Go Blog · 2 komentar anda

Betulkah bahan pangan organik lebih bergizi? Beberapa penelitian memang membuktikan bahwa makanan yang dihasilkan dari pengolahan secara alami memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dari produk makanan yang dihasilkan melalui pertanian yang menggunakan bahan kimia. Maraknya produksi makanan organik akhir-akhir ini memang terdorong oleh konsumen yang sadar akan hal tersebut. Apa saja nilai plusnya?


Plus 1: Lebih aman

Secara kasat mata sulit membedakan makanan organik dan nonorganik. Cara yang paling mudah dan pasti adalah dengan memperhatikan ada tidaknya label ’organik’ pada produk yang ingin Anda beli. Makanan organik diolah dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan produk makanan konvesional. Tidak hanya bebas dari unsur-unsur kimia (pestisida, pupuk, hormon, obat-obatan), tetapi juga harus memenuhi persyaratan internasional yang sudah ditentukan. Di Barat, semakin banyak produk sayur dan buah-buahan segar berlabel organik. Juga dalam bentuk makanan olahan seperti sereal, makanan bayi, ataupun pasta organik. Bahkan hal ini sudah menjadi filosofi.

Meski banyak penelitian yang menunjukan bahwa residu pestisida pada sayur dan buah tersebut masih dalam batas aman, belum ada penelitian yang secara pasti menunjukan dampak komulatifnya. Beberapa masalah kesehatan yang merebak 50 tahun belakangan ini, diduga memiliki hubungan erat dengan diperkenalkannya penggunaan pestisida.

Dari kasus kanker payudara yang meningkat 40%, kanker prostat, rata-rata jumlah sperma pria yang menurun sampai 50%, sampai satu dari 150 bayi laki-laki yang baru lahir mengalami hypospadiasm (kejanggalan bentuk alat kelamin pria). Meski demikian sayur dan buah organik tidak terjamin bebas dari sumber penyakit (virus atau bakteri). Sayuran organik mempunyai resiko yang lebih tinggi menularkan penyakit bawaan, karena biasanya dicuci dengan air nonklorida. Air biasa dianggap tak mampu membunuh bakteri dan virus yang menempel pada sayuran dan buah.

Plus 2 : Kaya nutrisi

Beberapa penelitian menunjukan bahwa makanan organik memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibanding produk konvensional. Penelitian yang diawasi oleh Chris Aleson, presiden The Organics Retailers and Growers Association of Australia menunjukan tingkat kalsium, pottasium, magnesium, sodium, zat besi dan seng pada sayuran organik 10% lebih tinggi.

Salah satu penyebab tingginya kandungan nutrisi pada produk organik adalah karena proses iradiasi yang dialami produk non organik. Sinar radiasi yang digunakan untuk mengawetkan produk konvensional selain membasmi kuman dan bakteri juga menghancurkan beberapa komponen molekul kimia dan mengubahnya menjadi radikal bebas.

Penelitian lain menunjukan kandungan vitamin A, B kompleks, C, E dan K pada sayuran yang diradiasi berkurang sampai 80%. Produk organik tidak memperkenankan teknik pengawetan dengan bahan-bahan kimia. Lagipula, hal ini memang tidak terlalu dibutuhkan. Beberapa petani organik bahkan mengaku bahwa sayuran organik lebih awet. Kandungan nutrisi yang tinggi juga merupakan akibat dari kondisi tanah pertanian organik yang lebih subur dan terpelihara. Pestisida yang digunakan di pertanian konvensional memusnahkan mikroba penghasil enzim-enzim vitamin yang dibutuhkan tanaman.

Cara Tepat Mengolah Sayur

Bagaimana bila bahan organik sulit didapatkan di tempat Anda? Mungkin Anda bisa sedikit terhibur dengan hasil riset terhadap selada, kol, bayam, wortel, buncis, dan caisin asal Cianjur, yang memperlihatkan penurunan kadar pestisida yang cukup signifikan setelah pengolahan. Pada bayam mentah misalnya, kadar propinebnya mencapai 0.0061 mg/kg. Setelah ditumis, kadarnya turun sampai 0.0027 mg/kg.

Pemanasan juga akan mengakibatkan dinding sel sayuran yang terdiri dari selulosa dan hemiselulosa rusak. Sehingga pestisida menjadi lebih mudah terlepas dan larut dalam air, sampai akhirnya diuapkan. Sebaliknya, penggunaan bumbu ternyata dapat meningkatkan kadar pestisida pada sayuran yang diolah.

Hal ini terlihat pada olahan sayuran kacang panjang, terong, wortel, buncis, dan caisin. Agaknya, bumbu yang digunakan juga mengandung residu pestisida. Umumnya tubuh kita dapat mentoleransi residu pestisida pada kadar tertentu. Untuk menghindari konsumsi residu pestisida berlebihan Sebaiknya Anda memperhatikan nilai ADI atau Acceptable Daily Intake. ADI untuk tiap jenis pestisida berbeda-beda. Untuk propineb misalnya, 0.007 mg/mg BB/hari.

Mentah vs Matang

Bayam

Baik dalam keadaan matang dan mentah. Bayam mentah mengandung lebih banyak folat. Yang dimasak lebih kaya beta koroten. Baik mentah maupun matang, bayam mengandung asam axalic, yang menahan penyerapan kalsium dan zat besi.

Bawang putih

Bagus dimasak, lebih baik makan mentah. Bawang putih mentah bekerja sebagai antibiotik tapi sulit dicerna lambung. Beberapa senyawa sulfur lebih potensial bila bawang putih disantap mehtah-mentah

Brokoli & kol

Baik dimakan mentah atau dimasak. Kedua sayuran ini mengandung senyawa sulfur yang dapat menyerang kanker; akan lebih potensial bila dimakan mentah. Bila dimasak, potensinya menghasilkan gas akan hilang dan dapat meningkatkan penyerapan zat besi.

Jamur

Dimasak. Jamur mentah mengandung racun hydrazines, yang akan hancur bila terpapar suhu panas. Jamur shiitake dan maitake yang sudah dimasak adalah sumber polysaccharides yang dapat melawan kanker.

Kentang & terong

Masak secara sempurna. Belum jelas apakah panas mempunyai efek terhadap solanine, zat racun yang banyak terdapat pada sayuran ini. Tapi proses pemasakan membuat tepungnya lebih mudah dicerna.

Seledri

Masak, atau makan seledri mentah dalam jumlah sedikit. Seledri mentah mengandung psorairens, yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh, bila disantap dalam jumlah banyak.

Tomat

Baik dalam keadaan mentah maupun masak. Tomat mentah mengandung lebih banyak vitamin c, tetapi lycopene, antioksidan yang dapat melawan kanker, ikut larut saat dimasak.

Wortel

Bagus mentah, lebih baik dimasak. Wortel mentah mengandung banyak beta karoten, dengan memasaknya zat ini akan lebih mudah diserap tubuh.

Bawang Merah/Bawang Bombay

Baik dalam keadaan mentah maupun masak. Senyawa sulfur yang membantu pembuluh darah tetap bersih lebih kuat pada bawang mentah. Memasakjuga akan membebaskan quercetin, membuat tubuh lebih mudah untuk menggunakan flvonoid penangkal radikal bebas.

Sumber:
www.jadilangsing.com

Njajal Themes

12 July 2008

Melly Manuhutu Buka Toko & Parsel Organik

2:00 AM by Wong Ndeso Go Blog · 0 komentar anda

Saat mengandung tiga tahun lalu, Melly gemar mengonsumsi sayuran organik. Kebetulan, di depan rumahnya di kawasan Ciburial, Puncak, terbentang kebun sayur dan buah organik milik tetangga. Sayangnya, Melly keguguran. Ia kembali ke Jakarta namun tidak meninggalkan hobinya mengonsumsi sayur dan buah organik. Apalagi, ia sudah merasakan khasiatnya. "Dulu aku sering kena batuk-pilek. Tapi, percaya enggak percaya, selama mengonsumsi segala macam bahan makanan yang organik, aku merasa lebih sehat. Rasanya juga lebih fresh, enak di perut, dan kulit jadi bagus," ungkap Melly. Tak cuma mengonsumsi, Melly akhirnya mulai berbisnis sayuran dan buah organik.

Sistemnya masih delivery. "Kalau ada yang pesan, saya ambil dari perkebunan Permata Hati di Puncak." Jadilah tiap dua kali seminggu Melly turun ke kebun, memilih sendiri sayur dan buah. "Setelah dua tahun dijalani, sekarang saya punya banyak konsumen." Meningkatnya permintaan, membuat Melly memutuskan membuat kios mungil ukuran 3 X 3 m persegi di bilangan Kemang Timur. Namanya, Organic Vegetables. Di dalam bangunan berdinding bata itu, terdapat bermacam-macam bahan organik. Mulai dari sayuran, kacang-kacangan, buah, dan umbi-umbian. Belakangan, Melly juga menjual beras dan beras merah organik yang diambil dari Yogya. "Sedangkan ayam dan telur organik, didrop dari Bandung. Juga ada dried food yang diimpor dari Jerman dan Australia, seperti garam, gula, susu, bihun, pasta, minyak goreng, dan lainnya." Sejak buka kios pertengahan tahun ini, Melly bukan saja bertindak sebagai penjual, tapi juga "juru kampanye". Soalnya, "Banyak yang belum tahu makanan organik. Bahkan di awal-awal promosi, aku sampai bagi-bagi selebaran tentang makanan organik. Kayak juru kampanye," ujarnya sambil tertawa. Memang, kata Melly, sayur dan buah organik harganya lebih mahal. Apalagi kalau sudah masuk di supermarket, bisa berlipat-lipat harganya. "Kalau aku, sih, enggak mau jual mahal-mahal. Niatku, selain berbisnis, ingin berbagi kepedulian hidup sehat," ujar Melly yang mengaku hanya mengambil sedikit keuntungan. Mahalnya sayur dan buah orgaik, lanjut Melly, karena penghasil makanan organik masih jarang dan ragamnya masih sedikit. Produksinya pun tergantung musim. "Selain itu, untuk menghasilkan makanan organik, perlu lebih banyak tenaga kerja. Tanaman harus satu per satu diperiksa," ujar Melly yang terobsesi memiliki kebun sendiri plus supermarket tempat ia memasarkan hasil kebunnya. Kini, menjelang Lebaran, Melly dan suaminya, Prakaca, sedang sibuk menyiapkan parsel berisi makanan organik. Harganya berkisar antara Rp 350 ribu-Rp 750 ribu. "Pikir-pikir, kan, bagus, ya, kalau memberi hadiah makanan sehat. Makanya, sejak awal puasa kemarin, aku sudah mulai bikin," kata Melly yang sudah dapat sekitar 20 pesanan parsel.
Njajal Themes

11 July 2008

Lucy Rahmawati Menabung Untuk Hari Depan Yang Sehat

2:40 AM by Wong Ndeso Go Blog · 0 komentar anda

Dari bacaan yang dilahapnya, personel AB Three ini jadi merasa takut karena di mana-mana orang menggunakan pestisida, bahan pengawet, bahan kimia, pengawet, dan lainnya untuk mengolah bahan makanan. “Termasuk untuk makanan bayi. Padahal, semua itu bikin daya tahan tubuh bayi ringkih dan kalau terlalu lama menumpuk di tubuh, bisa jadi racun dan sumber penyakit,” ujarnya serius.

Nah, ketika hamil, Lucy tak mau mengambil risiko untuk jabang bayinya. Ia pun mulai rajin mengonsumsi makanan organik.

Bahkan setelah anaknya, Keitaro Jose Purnomo (1) lahir hingga sekarang, selalu diberi makanan organik. “Aku, sih, enggak terlalu ketat harus makan makanan organik. Tapi kalau buat Keitaro, suatu keharusan. Jadi, setelah diberi ASI ekslusif dan mulai diperkenalkan pada makanan padat, sejak itu aku kasih jus sayuran atau buah organik,” kisahnya antusias.

Yang kerap bikin Lucy pusing, sayuran organik amat tergantung pada musim. “Jika iklimnya tidak mendukung untuk panen, beberapa jenis sayuran susah didapat. Pernah aku sulit sekali menemukan brokoli, wortel, atau tomat. Sudah keliling ke beberapa toko, enggak ketemu juga. Untungnya, sekarang sudah mulai banyak dijual di supermarket. Jenisnya juga mulai beragam.”
Ia lalu memberi contoh, “Dulu, mau bikin sayur sop yang bahan-bahannya organik, susah banget. Kentang dan daun seledrinya enggak ada,” kata Lucy yang rajin berburu bahan makanan organik dua atau tiga kali dalam seminggu. “Bisa berjam-jam aku muter-muter mencari sayuran organik. Mulai dari yang dekat rumah di kawasan Pondok Indah, hingga dekat rumah orangtuaku di Jatibening. Soalnya, kata Lucy, sayur hanya tahan 2-3 hari sehingga ia harus sering mencari stok sayuran buat buah hatinya. “Untuk Keitaro, aku paling sering beli bayam, wortel, tomat, buncis, dan brokoli.”

Sumber protein berupa daging dan ayam untuk anaknya, juga diusahakan memakai yang organik. “Ayam organik juga lebih tahan lama. Kalau menyimpannya bagus, bisa tahan sampai dua minggu. Tapi pernah juga, sih, kehabisan stok ayam organik. Akhirnya terpaksa pakai ayam kampung yang bebas suntikan hormon,” kisahnya.

Soal harga yang lebih mahal, Lucy mengaku tidak terlalu mempermasalahkan. Demi anaknya, ia ingin mengupayakan yang terbaik. Jadi, beda Rp 5.000 hingga Rp 10.000, “Enggak masalah. Untuk masalah kesehatan, kita tidak usah lihat harga lagi, deh. Siapa lagi yang menghargai diri kita selain kita sendiri? Jadi, menurut aku, antara harga dan efek positif yang kita dapat, seimbang,” kata Lucy yang dalam hal ini mendapat dukungan dari suami.
Targetnya, untuk Keitaro ia akan terus memberi asupan organik minimal sampai usia 5 tahun. Pasalnya, kalau sudah masuk usia sekolah SD, “Anak mulai berteman dan tahu jajan. Tidak bisa setiap saat kita mengontrol.”

Masalah khasiat makanan organik, tambah Lucy, tak bisa dirasakan dalam sekejap. “Baru terasa dalam jangka waktu panjang. Mungkin 5-6 tahun lagi baru terasa, kita tidak rentan terhadap penyakit darah tinggi, jantung, kolesterol, dan sebagainya. Jadi, hitung-hitung menabung untuk hari depan yang lebih sehat, deh.”

Sumber : Nova

Njajal Themes

Sophie Navita Anak Sampai Pembantu Makan Sayur Organik

2:00 AM by Wong Ndeso Go Blog · 1 komentar anda

Seperti halnya Lucy, Sophie juga tahu soal khasiat makanan organik dari kegemarannya membaca. "Tapi waktu mau cari makanan organik, susah banget. Lalu, waktu hamil, aku berniat mengonsumsi makanan sehat. Nah, mulai, deh, aku hunting makanan organik yang kandungan kimianya betul-betul nol. Waktu itu, hanya bisa didapat di sebuah supermarket yang segmennya orang bule di Jakarta," ujar artis cantik ini.

Meski harganya tiga kali lipat dari bahan makanan yang biasa, "Demi anak yang ada dalam kandungan, saya tetap membeli." Ketika Rangga Namora Putra Bharata (11 bulan) mulai diperkenalkan pada makanan padat, Sophie memberinya sayuran organik.

Waktu itu, cerita Sophie, "Saya sempat frustrasi juga karena kesulitan mencari ragam sayuran organik. Masak Rangga hanya dikasih bayam, wortel, dan tomat setiap hari? Aku sampai mencari ke setiap supermarket besar di Jakarta."

Beruntung ia akhinya mendapat info bahwa Melly Manahutu berbisnis sayuran organik. "Ternyata harga di toko dia, lebih murah. Ragam sayurannya pun lebih banyak." Alhasil, makanan padat organik untuk Rangga pun mulai beragam, seperti ayam, bihun, beras merah, kentang, pasta, kacang kapri, hingga kacang hijau. Buah-buahan juga tersedia. "Mau alpukat, stroberi, dan mangga, juga ada."

Belakangan, Sophie yang sempat berhenti makan sayuran organik usai melahirkan, memutuskan kembali ke bahan-bahan organik. "Aku pikir, kenapa enggak sekalian buat sekeluarga? Efisien juga, kan, enggak harus belanja dan masak dua kali," kata istri Pongki Jikustik ini. Sejak itu, ia membeli makanan organik dalam partai besar. "Tak hanya sayur dan buah, beras, ayam, gula, kacang-kacangan, dan pasta, juga yang organik." Sampai ke pembantu dan pengasuh anaknya, "Semua sama, makan makanan organik."

Ketika Rangga memasuki usia 10 bulan, Sophie mulai menggunakan garam organik. Pasalnya, garam organik tidak melalui proses bleaching dan lebih alami. "Memang, sih, harganya lebih mahal karena masih impor. Sebungkusnya Rp 18 ribu," kata Sophie yang sekali belanja sayuran bisa menghabiskan sekitar Rp 70 ribu. "Tapi itu untuk 2-3 hari."

Kini, Sophie mengaku mulai merasakan khasiat makanan organik yang dikonsumsinya. Badannya terasa lebih segar, sehat, dan ringan. "Untuk Rangga, hasilnya belum kelihatan banget. Cuma matanya lebih cemerlang. Mungkin karena vitamin yang terkandung dalam sayuran," papar Sophie yang merasa bangga lantaran sang anak sudah doyan makan sayuran dalam bentuk apa pun.

"Artinya, kan, meringankan tugas saya di masa depan, yaitu membiasakan anak untuk melihat sayur sebagai a way of life. Sebagai perempuan, kita punya tugas jadi istri dan ibu. Artinya, kita juga punya tanggung jawab menyehatkan keluarga. Apa yang kita taruh di meja makan, itu yang dimakan anak dan suami. Masak, sih, kita mau taruh sampah atau makanan yang enggak sehat?" katanya panjang lebar.

Njajal Themes

22 June 2008

Melilea Greenfield Organic

7:30 PM by Wong Ndeso Go Blog · 0 komentar anda


Melilea Greenfield Organic merupakan Sayuran organik yang cocok untuk menjalankan Gaya Hidup Organik, karena Melilea Sayuran Organik ditanam dan diperlakukan secara hati-hati, mulai dari lokasi perkebunan yang berjarak 30 km dari pusat keramaian. Pertanian organik memerlukan tanah yang bebas dari pencemaran, sebelum bercocok tanam dibiarkan selama 2 -7 tahun untuk memastikan tanah terbebas dari pencemaran kimia atau alam sekitar.

Penanaman tidak menggunakan pupuk buatan, pestisida, penyuntikan dengan obat perangsang atau bahan tambahan untuk merangsang pertumbuhan dan terbebas dari polusi udara. Tahapan-tahapan seperti menanam, menuai, memproses dan mengemas termasuk produksi, diawasi secara ketat untuk menghindari kontaminasi bahan kimia seperti pewarna, bahan pengawet dan penstabil serta zat tambahan lainnya. Semuanya itu menjadikan Greenfield Organic dianugerahkan penilaian 5 (lima) bintang (tertinggi) oleh Organic United Nation Friendship Association (OUNFA).

Melilea Greenfield Organic merupakan sayuran organic dalam bentuk bubuk (powder) warna hijau dan telah dipatenkan dengan merk Melilea Greenfield Organic. Dibuat tanpa bahan pengawet, perasa, pewarna, sehingga aman dikonsumsi bahkan untuk bayi usia 3 bulan ke atas..

GreenField Organic diproduksi oleh Greenfield USA Corporation dengan No.Register 00223706 di Department of Health Services, Food and Drug branch, State of Califonia. Di Indonesia sudah teregister di POM dgn No.Register ML 251204001578 dan telah mendapatkan Sertifikasi Halal.
Melilea Greenfield Organic dikemas dalam botol plastik tebal ini mendapat predikat Superbrand di Malaysia, sebuah penghargaan atas kualitas dan kepercayaan masyarakat di negeri jiran. Sejak September 2006, sayur organik kemasan ini masuk ke Indonesia.

Lazimnya, sayuran yang kita beli di pasar atau supermarket harus dicuci dan dimasak terlebih dulu sebelum dimakan. Namun, sebuah revolusi ilmu pengetahuan telah menciptakan sayur-sayuran dalam bentuk serbuk. Yang menarik, sayuran berbentuk bubuk ini membuat hidup semakin praktis karena tak perlu susah payah belanja di pasar dan memasak.

Dalam sebotol Melilea Greenfield Organic, terkandung lebih dari 20 macam sayuran dan buah-buahan: Butiran Emas (beras merah, gandum, jagung manis, barley), beta karoten (4 jenis wortel), seledri, selada air, lesitin, bayam, parsley, kubis (kubis Brussels, kubis daun, kubis kuning dan kubis merah), celeriac, kedelai, jahe, strawberry, dulse, pepaya, oatmeal, spirulina, rempah-rempah,dan jeruk.
Njajal Themes

Manfaat Dalam Melilea Greenfield Organic

7:00 PM by Wong Ndeso Go Blog · 0 komentar anda

Manfaat sayuran dan buah-buahan yang terkandung dalam sebotol Melilea Greenfield Organic ;

Butiran Emas ; Kaya akan serat yang merangsang peristalsis dan membantu dalam fungsi-fungsi pencernaan dan pembuangan. Biji-bijian ini memiliki daya serap kuat, bersifat mengenyangkan sehingga membantu dalam proses penurunan berat badan dan membakar lemak dalam tubuh, mengandung anti kanker dan anti oksida.

Beta Karoten ; mengandung vitamin A, mencegah kanker dan kerusakan akibat pengoksidasian sel-sel, memperpaiki penglihatan, melegakan sembelit, membantu menyembuhkan diare dan memperkuat metabolisme tubuh dan sistem kekebalan tubuh.

Seledri ; mengurangi rasa sakit, meningkatkan nafsu makan, meningkatkan fungsi pencernaan dan metabolisme tubuh, mencegah penyakit jantung, mengembangkan otot licin pembuluh darah untuk mengurangi tekanan darah dan penyakit Alzheimer (Parkinson).

Selada Air ; berkhasiat dan merendahkan resiko pengidap kanker paru-paru, mengikat asap tembakau yang memasuki paru-paru, sekaligus menghalangi peningkatan nikotin didalam tubuh.

Lesitin ; merangsang kelenjar-kelenjar dari sel tubuh, mengatur keseimbangan hormon, mempunyai efek pengemulsian lemak, membantu penyerapan vitamin A, D, E & K. berkhasiat menjegah penuaan kulit, melindungi kulit dari kekasaran dan menghilangkan n
oda-nodanya, mencegah pengerasan pembuluh darah dan melindungi sel-sel otak sehingga meningkatkan daya ingat.

Bayam ; kaya akan nutrisi yang dapat mengatasi kekurangan darah, besi, kalsium, kalium, magnesium, asam folik, riboflavin (vitamain B2), melancarkan aliran darah, mengaktifkan pembuluh darah, menambah vitamin A, C dan selenium yang berkhasiat mencegah sel-sel dari kanker.

Parsley ; kaya akan mineral, termasuk kalsium, fosforus besi, vitamin A, B1, B2 dan selulos, membantu sistem arteriosclerosis (penyempitan pembuluh nadi) pencernaan dan metabolisme dalam tubuh.

Kubis ; sayuran ini kaya akan karotin, kerotina, vitamin P, B, C dan nutrisi anti kanker seperti indoles dan selenium, juga dapat menghilangkan racun, membunuh bakteri, menghentikan pendarahan dan melegakan sembelit.

Celeriac ; bermanfaat dalam detoksifikasi dan menguatkan otak, mencegah dan mengatasi arteriosclerosis (penyempitan pembuluh nadi), apoplexy cerebrum (penyakit ayan), mengatasi alveolus ichorrhea (paru-paru), serta membantu penyakit mata, mengandung bahan oxyacetylene’s yang berkhasit mencegah pertumbuhan tumor

Kacang Kedelai ; kaya akan protein yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan dan vitalitas, membantu menyeimbangkan ph tubuh, mengatur kelembaban, menghasilka
n anti bodi, mengencerkan pembekuan darah, dan memperlancar ASI.

Jahe ; dapat meringankan gejala-gejala influenza, melegakan peradangan kulit dan masalah pencernaan.

Strawberi : Seorang ahli Herbal dari Swedia telah membuktikan bahwa strawberi dapat menyembuhkan penyakit persendian/encok, sedangkan Ilmuan Amerika telah menemukan bahwa strawberi merupakan salah satu nutrisi terbaik dalam mengurangi resiko penyakit kanker.

Dulse ; mencegah tekanan darah tinggi, kencing manis, penyakit syaraf dan kanker usus besar dan juga memelihara kesehatan gigi, kecantikan rambut dan kulit.

Pepaya ; membantu melancarkan pencernaan, menyerap protein asli, dan meningkatkan fungsi fisiologi, mengandung enzim untuk mengurangi asam amino.

Gandum ; membantu menurunkan kadar kolesterol, mencegah penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi, mengandung vitamin B dan mineral, membantu menyembuhkan wasir, sembelit dan memperlambat proses penuaan, melembutkan dan melicinkan kulit.

Spirulina ; sejenis tumbuhan mikroskopik yang kaya dengan kombinasi nutrisi lengkap yang
diperlukan oleh tubuh manusia. Spirulina banyak mengandung protein, vitamin, klorofil, beta karoten dan mineral lain yang diperlukan untuk asupan harian. Pemakaian jangka panjang dapat meningkatkan potensi energi dan ketahanan tubuh, memperbaiki keseimbangan hormonal, menetralkan kadar pH tubuh dan mencegah berbagai penyakit.

Rempah-Rempah ; banyak mengandung serat dan mineral-mineral minor, membantu membersihkan usus besar dan proses detoksifikasi.

Jeruk ; menguatkan organ hati, kaya vitamin P yang dapat mencegah penyakit kanker, asma dan bronchitis, mencegah tumbuhnya infeksi serta meningkatkan antibody tubuh.

Melilea Greenfield Organic Cocok Untuk :

  1. Mereka yang sadar bahwa produk makanan yang menggunakan pestisida dan pupuk kimia membahayakan kesehatan.
  2. Mereka yang punya penyakit sembelit dan wasir
  3. Mereka yang terlalu gemuk dan ingin melangsingkan badan.
  4. Mereka yang lemah lesu dan ingin menambah berat badan.
  5. Wanita yang mengalami nyeri dan haidnya tidak teratur.
  6. Wanita yang telah putus haid / menopause
  7. Mereka yang memiliki tekanan darah tinggi dan tekanan darah rendah.
  8. Mereka yang memiliki kolesterol tinggi.
  9. Mereka yang mengidap penyakit ginjal.
  10. Penderita hepatitis dan gagal fungsi hati.
  11. Mereka yang usus besarnya tidak berfungsi normal.
  12. Mereka yang mengalami pengerasan pembuluh darah.
  13. Mereka Pengidap penyakit kencing manis, nyeri tulang/sendi, tumor, kanker, varises, epilepsy, impoten, penyakit kulit (flex, jerawat, kurap, kudis)
  14. Mereka yang ingin tetap cantik jelita.
  15. Mereka yang sadar akan detoksifikasi (buang toksin) dan menjaga kesehatan yang baik.
  16. Mereka yang ingin memperbaiki kondisi tubuh, tetapi enggan minum obat dan menjalani operasi.
  17. Mereka yang sadar bahwa makanan organic penting untuk kesehatan
Njajal Themes

Susu Kedelai Organic

6:30 PM by Wong Ndeso Go Blog · 0 komentar anda



Memperkenalkan minuman instant Melilea Susu Kedelai organik bubuk kualitas terbaik, Kacang kedelai yang berasal dari Heilong Jiang Cina telah terkenal diseluruh dunia dengan kualitas terbaik karena berasal dari lingkungan tanah yang subur dan air yang bebas dari polusi, selain itu iklim yang sesuai juga merupakan salah satu penyumbang terhadap kualitas kacang kedelai yang diproduksi dikawasan ini.

Rasa berbeda tanpa bahan pengawet dengan proses pembuatan yang unik dan kualitas kacang kedelai yang baik, serta kupas kulit dan lepas biji kacang membuat kadar purin berkurang. Kebaikan dan nilai gizinya tetap dijaga tanpa tambahan bahan pengawet. Minuman Instan Melilea Susu Kedelai Bubuk dengan rasa lembut dan asli tanpa rasa langu.




Nilai gizi dari kacang kedelai, terkenal dengan nilai gizinya yang tinggi, mengandung protein lengkap dan mengandung 8 asam amino yang penting dan diperlukan oleh tubuh manusia. Tidak seperti makanan lain yang mengandung lemak jenuh dan tidak dapat dicerna khususnya pada makanan hewani, kacang kedelai tidak mengandung kolesterol, mempunyai rasio kalori yang rendah dibandingkan protein dan sebagai makanan yang tidak menggemukan. Kacang kedelai juga mengandung kalsium, besi, potassium, phosphorous,kaya vitamin B kompleks dan susu kedelai setara dengan ASI (air susu ibu)

Khasiat kacang kedelai, untuk menyembuhkan penyakit diabetes, ginjal, anemia, rematik, diare, hepatitis, hipertensi, mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang) dan menurunkan berat badan.
Njajal Themes

20 June 2008

PENANAMAN ORGANIK

1:30 PM by Wong Ndeso Go Blog · 0 komentar anda

Penanaman tumbuhan organik memerlukan tanah yang bebas dari pencemaran udara. Sebelum penanaman dapat dimulai, tanah diharuskan untuk tidak digunakan dalan waktu 2 sampai 7 tahun. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin bahwa lahan organik tidak terkena bahan – bahan kimia atau pencemaran lingkungan dan tanaman yang ditanam di kawasan tersebut berada pada tahap kualitas yang paling murni. Kumbang dan kepompong abu – abunya merupakan predator alami kutu daun / hama & cacing tanah dapat menyuburkan tanah berperan sangat penting sebagai ganti pupuk kimia bagi keberhasilan pertanian organik.


Cara penanaman tumbuh – tumbuhan yang biasa akan selalu berkaitan dengan penggunaan pupuk buatan, racun serangga, suntikan perangsang serta bahan tambahan lainnya untuk mempercepat pertumbuhan. Hal tersebut sangat dilarang untuk penanaman pertanian organik.


Tahap – tahap memproduksi, termasuk panen, pemrosesan dan pembungkusan produk harus diawasi secara ketat untuk menghindari tercemar bahan – bahan kimia seperti, pewarna tiruan, bahan pengawet, anti depresan dsb. Apabila tahap – tahap tersebut dijamin telah dilakukan maka produk tersebut baru dapat dikategorikan sebagai 100% organik dan berhak mendapat penghargaan dari OUNFA ( Organic United Nations Friendship Association / Asosiasi Persahabatan Organik PBB )
Njajal Themes

Gaya Hidup Organik

1:00 PM by Wong Ndeso Go Blog · 0 komentar anda

Pada periode 25 tahun yang lalu, lebih dari 200 perintis makanan organik di Amerika mendirikan pertanian organik sendiri di Arizona dengan tujuan untuk menyebarkan dan menjalankan gaya hidup bebas pencemaran. Hal tersebut merupakan titik penting dari revolusi makanan organik.

Gaya hidup organik berlawanan dengan dasar-dasar teknologi makanan modern yang seringkali menggunakan unsur-unsur yang berbahaya bagi kesehatan dan kesejahteraan manusia.

Dasar-dasar makanan organik cenderung menuju kembali ke alam dengan cara penanaman yang bebas dari pencemaran lingkungan, makanan, bahan-bahan dan pemrosesan.

Dasar-dasar organik diperuntukkan untuk menjadi penghubung utama menuju gaya hidup sehat di abad ke-21.

Dalam masyarakat saat ini, kita harus menggunakan cara-cara bertani yang paling alami untuk mendapatkan manfaat-manfaat kesehatan dasar serta mencegah penyakit. Filsafat penyembuhan alami menyatakan bahwa makanan terbaik adalah obat terbaik dan makanan terbaik adalah makanan organik.

Tumbuh-tumbuhan organik berfungsi sebagai pembersih toksin yang sangat mengagumkan serta dapat menghilangkan lemak yang tidak diinginkan dalam tubuh. Hasilnya adalah pembersihan toksin-toksin secara menyeluruh dari seluruh tubuh. Selain itu, tumbuh-tumbuhan organik juga dapat memberikan makanan bergizi kepada tubuh, mengaktifkan sel-sel tubuh, meningkatkan sistim regenerasi tubuh serta menyeimbangkan sistim hormon. Selain itu dapat meningkatkan fungsi organ dalam sekaligus memelihara keseimbangan kesehatan.

Dokter hanya membantu kita pada proses penyembuhan. Filsafat penyembuhan alami menitik-beratkan pada menjalani gaya hidup organik untuk menyembuhkan penyakit. Hidup dengan gaya organik dapat menjadi dasar yang ampuh untuk mencegah penyakit, terutama penyakit-penyakit biasa.

Karena pemrosesan dalam tubuh sangat penting untuk keseluruhan kesehatan Anda, maka Anda seharusnya menjalankan gaya hidup organik. Hal tersebut dapat dikatakan sebagai penyembuhan alami.

Njajal Themes